Friday, November 25, 2016

Zebra Lepas Dari Kandangnya

dari freepik, seperti biasa
Orang bilang dengan melakukan sesuatu dengan rutin, lambat laun akan merubah pola hidup yang sebelumnya sudah biasa kita lakukan. Rasanya bagus untuk merubah kebiasaan yang buruk, tidak baik, atau tidak pantas menjadi sesuatu yang lain, yang lebih pantas. Tapi kata orang juga, yang tidak baik-tidak baik itu justru yang enak, praktis, nyaman dan tidak mudah menyebabkan stres berkepanjangan ditengah himpitan ekonomi, kambing hitamnya banyak.

Lagi marak, operasi zebra yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pengemudi (meningkatkan pendapatan Negara) akan tata cara berkendara yang baik, yang benar sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia tercinta ini. Yang kalau menurut saya, sama sekali belum terlihat hasilnya, toh sampai sekarang masih banyak yang berkendara dengan cara yang tidak semestinya, bahkan dari orang-orang yang patutnya diteladani.

Saya kurang tahu pasti bagaimana operasi zebra tahun-tahun sebelumnya dilakukan, di tahun ini infonya merebak luas dikalangan pewarta media-media sosial ternama seperti instagram dan facebook, bahkan para artist ber-genre meme pun ikut meramaikan semarak operasi zebra tersebut. Sekali lagi, entah bagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi rasa-rasanya sosialisasi operasi zebra belakangan ini sangat santer terdengar.

Sepertinya bakalan bagus, seandainya bapak ibu polisi bisa benar-benar mengayomi masyarakat agar selalu merasa aman tanpa mengharapkan imbalan. Sudahlah, mungkin gerakan pungli sudah dilakukan, dan denda tilang menjadi berkali-kali lipat rupiahnya serta semakin ribet karena sudah masuk ranah pengadilan, tapi apa itu membuat jera? apakah yang sadar berlalu-lintas semakin bertambah dalam jumlah yang besar?
bagi-bagi helm gratis (tegeanblog.com)
Mungkin terdengar (sok pintar) mimpi, tapi bagaimana jika konsep merubah sesuatu dengan perlahan, dengan membiasakan orang agar tertib dilakukan tanpa pamrih. Biarlah operasi zebra dilakukan setiap hari, polisi berkeliling setiap hari mencari para pengendara yang tidak sopan, karena membiarkan kepalanya telanjang di bawah terik sinar mentari, atau plat kendaraan yang seenaknya dirubah-rubah.

Teguran mungkin susah untuk merubah kebiasaan, karena sudah banyak orang yang terbiasa ditegur yang akhirnya jadi kebal teguran. Tapi hukuman denda juga tidak memberikan pendidikan yang berarti yang bisa merubah kebiasaan masyarakat yang sudah mendarah daging ndableknya.

Saya jadi ada ide, misal nih kalau pengemudi motor tidak pake helm, hukumannya ya bagaimana caranya agar pengemudi tersebut melanjutkan perjalanannya sudah dengan helm. Kalau bayar denda kan sama saja, dia masih naik motor tanpa helm. Bisa dia naik kendaraan umum untuk ambil helm, kalau tidak memungkinkan polisi bisa melebarkan saya jadi pebisnis jual beli helm. Intinya, pengemudi dilarang naik motor tanpa helm.

Lama-lama orang bakal bosan juga kalau tiap hari polisi bersliweran meski tidak didenda. Tapi, ini cuma sudut pandang saya sih, yang nggak ambil jurusan hukum ketika kuliah, tidak tahu cara menakar hukum. Dan tidak tahu mana cara yang paling efektif dan efisien agar orang-orang bisa semakin tertib.

Thursday, November 3, 2016

Kacamata Pertama di Saku Jaket

ambil dari freepik, bukan bajakan
Kacamata pertama cuma bertahan kurang dari dua bulan, gara-gara teledor. Kacamata itu saya taruh di saku jaket, lalu jatuh waktu perjalanan ke kantor. Biasanya saya simpan di kotak penyimpanannya, tapi nggak tau hari itu bisa sampai saya taruh di saku jaket.

Seminggu setelahnya saya selalu mengendarai motor dengan pelan ketika berangkat kerja, siapa tau ketemu sama sisa-sisa reruntuhan Kerajaan Majapahit, untung-untung kalau utuh, atau siapa tahu ada yang manggil-manggil "Mas, ini Kerajaannya ya? kemarin jatuh aku teriak, masnya udah jauh."

Kalau ada yang salah, mohon dimaafkan.

Saya jadi berandai-andai, kalo saja ada aplikasi yang bisa jadi tempat ngelaporin barang hilang. Terus yang kehilangan barang tinggal cari barangnya di aplikasi tersebut. Ah, jadi muncul ide nih, jadi gini, "eh ayo duduk manis semuanya, disimak, siapa tau ada yang tertarik buat bikin, nanti bisa dibeli sama Google lho, HA HA HA."

Pertama, aplikasi tersebut adalah aplikasi web, kenapa web? karena biar gampang diakses, tinggal buka browser, akses situsnya. Di instal pada sebuah perangkat pun malah habis-habisin memori, kan mubazir. Lagipula nggak setiap saat dibutuhin, kalau bisa malah nggak usah dipake.

Kedua, usernya akan ada dua, advertiser dan influencer. Advertiser itu yang kehilangan barang, influencer itu yang nemuin barang. Eh, sepertinya typo lagi. Tapi intinya sama, ada yang nemuin, ada yang kehilangan.

Lanjut, aplikasi ini cukup berupa peta. Bagaimana dengan cara kerjanya? ini yang menarik.

Orang yang nemuin barang tinggal pilih area tertentu pada peta tempat dimana dia nemuin barang tersebut, tinggal isi keterangan barang yang hilang dan kontak yang bisa dihubungi oleh pemilik. Terus bagaimana cara orang yang kehilangan barang bisa nemuin barang yang dia punya (tentu dengan syarat barang yang dia punya sudah ditemuin oleh orang dan orang itu post barang itu lewat aplikasi khayalan itu).

Caranya mudah dan keren, orang tersebut tinggal pilih area tertentu pada peta, bisa dengan memilih ruas jalan tertentu atau bahkan memilih satu kabupaten. Setelah itu, tinggal tugas dari si aplikasi yang akan melakukan proses matching antara deskripsi barang yang ditulis oleh si yang kehilangan barang dengan deskripsi barang yang ditemuin oleh si penemu pada lokasi yang sama (seperti intersection pada diagram venn).

kalo ada yang match, aplikasi akan mengirim notifikasi pada si yang kehilangan barang via email bahwa ada barang ketemu yang cocok dengan barangnya yang hilang beserta kontak si penemunya. Tinggal dihubungin aja kan, terus pintar-pintar si penemu untuk memastikan yang ngehubungin dia adalah orang yang benar-benar punya tuh barang, kalo udah bener, tinggal nego dan COD, HA HA HA, nggak ikhlas banget.

Gimana idenya? gak jelas ya, ya sudah, yang penting sudah sempetin baca sampai habis. Nanti situsnya tinggal dikasih nama, BarangHilang.com. Saya sih mau bikinnya, tapi nggak sempat-sempat, jadi tulis disini saja, siapa tau ada yang mau bikin, entar terkenal lho kayak Go-Jek.

Eh, kalau ada yang nemuin kacamataku, tulis di kolom komentar ya.

Monday, October 31, 2016

Siapa Yang Nyaman Ketika Berkendara?

dari trentekno.com ambilnya

Selamat Hari Sumpah Pemuda!


Meski umur sudah nggak muda lagi, bolehlah kita tetap mencerminkan semangat anak muda yang katanya membara, tapi bukan dengan cara bakar diri. Oleh sebab itu jangan malas membaca, apalagi sampai malas menulis komentar di kolom komentar, SEMANGAT!.

Ketika Hari Sumpah Pemuda di tahun sebelumnya saya cerita soal sampah, kalau lupa, silahkan baca disini. Sekarang saya mau nulis soal bagaimana berkendara dengan nyaman menggunakan motor di jalanan. Tapi nyaman itu subyektif, bisa jadi kita nyaman tapi orang lain nggak, maka dari itu perlu penengah.

Nyaman itu adanya di hati, jadi kalau tidak sreg, ya tidak nyaman. Misal pakai helm, kita merasa nggak sreg, berat, bikin sakit kepala, lalu kita lepas. Bisa jadi kita nyaman tidak pakai helm, tapi buat pak polisi, itu membuat dia tidak nyaman, dia perlu mengeluarkan energi lebih untuk menegur pengendara tersebut, belum lagi kalo pengendara itu ngajak debat, bisa-bisa pak polisi mengeluarkan surat tilang yang buat dia itu tidak nyaman, perlu energi lebih lagi.

Kalau terjadi apa-apa di jalan, helm bisa memberikan perlindungan lebih, minimal kita tidak sampai menyesal dan bilang "coba kalau tadi pake helm ya." Peraturan mungkin terlihat merepotkan, tapi pertanyaannya, "memang kalau kita patuh sama aturan, kenapa nggak?"

Oh iya, kalau nggak tau sreg itu apa, sreg itu ngeh, nah kalau nggak tau ngeh, yang tau coba dijelasin, susah jelasin juga saya, hehe.

Kasus lain, ada yang nyaman dengan sepeda motor yang bunyi knalpotnya keras banget, atau merasa keren dengan modif suka-suka seperti lampu depan yang dibuat super terang atau lampu belakang yang warna merah diganti putih. Pengendara lain pasti bakal kerepotan, apalagi kalau malam hari dan di jalan sangat kurang penerangan. Ya kalau terjadi apa-apa dan cuma dia yang kenapa-kenapa, kalau ajak-ajak orang lain kan jadi nggak nyaman.

Baru-baru ini ramai ada supir truk yang mengeluh karena lampu depan yang super terang, tapi bisa jadi ada juga orang yang kurang nyaman dengan truk. Jadi ini bukan soal kendaraannya, tapi soal bagaimana peraturan yang menjadi penengah, yang berusaha memberikan kenyamanan bagi setiap pengguna kendaraan, bisa kita patuhi.

Kalau ada kendaraan yang udah asal-asalan, terus ada polisi lagi operasi, nah itu tuh pas banget momennya, hahaha.

Tuesday, October 18, 2016

Ganti Oli Bisa Bikin Mobil Jadi Baru

semarak shop&drive
Ganti oli pada semua jenis kendaraan bermotor merupakan ritual rutin yang wajib dilakukan untuk menjaga kendaraan selalu berada dalam kondisi prima, biar tidak menyusahkan kalau kita butuh disaat darurat. jadi, jangan sampai terlambat atau lupa buat ganti oli mobil kamu. Karena jika tidak dilakukan pada waktu yang seharusnya, ketika oli sudah tidak bekerja dengan optimal dan uang buat beli oli sudah siap, banyak hal buruk yang akan terjadi.

Oli punya fungsi sebagai pelumas atau bahasa kerennya lubrikasi, semakin tua umur oli di mesin, semakin berkurang pula daya lubrikasi oli yang mengakibatkan gesekan di dalam mesin semakin besar. Kalau gesekan besar pasti nggak bagus, mesin bekerja lebih berat lalu kemudian akan muncul panas berlebih dan semua itu akan berakibat pada pemborosan bahan bakar dan dalam jangka mesin bisa rusak.

Ganti oli mobil bisa dimana saja, bisa beli oli dan diganti sendiri di rumah, atau panggil jasa ganti oli di rumah (kalau ada). Yang umum dilakukan ya ganti oli di bengkel, tapi kalau ganti oli di bengkel terus pulang-pulang mobilnya jadi baru. Itu ada di Shop&Drive, dia bisa bikin mobil kamu jadi baru, alias fresh from the open.

Sebagai bentuk apresiasinya buat seluruh pelanggan setia, Shop&Drive bikin program undian “Semarak Shop&Drive, Ganti Oli Mobilmu, Bawa Pulang Mobil Baru”. Jadi gini, setiap transaksi minimal 3 liter oli apa saja, pelanggan dikasih satu kupon undian (berlaku kelipatan). Tapi bakalan lama, karena ganti oli nggak setiap hari, jadi tipsnya beli oli merek Astra Shell karena kamu akan dapat dua kupon undian lagi (berlaku kelipatan) dan bayarnya pakai Kartu Kredit/Debit Bank Mandiri, dapat tambahan satu buah kupon ekstra.

Info lengkapnya bisa kamu dapat disini http://www.shopanddrive.com/Main/PromoDetail.aspx?IDPromo=71 atau cukup baca dibawah ini.

Syarat dan Ketentuannya sebagai berikut :

  1. Beli oli (mesin, gear, ATF) merk apa saja (astra shell, castrol, federal mobil, honda, mobil, motul, pertamina, shell, toyota, dan lain-lain) minimal 3 liter, akan mendapatkan 1 kupon undian (berlaku kelipatan).
  2. Khusus transaksi pembelian oli Astra Shell akan mendapatkan 2 kupon (berlaku kelipatan).
  3. Customer WAJIB menyimpan potongan kupon undian dan FAKTUR asli yang akan dipakai untuk mengambil hadiah undian.
  4. Jika customer melakukan pembayaran dengan menggunakan Kartu Debit/kredit Bank Mandiri, maka customer berhak mendapatkan 1 tambahan kupon undian (tidak berlaku kelipatan).
  5. Pengundian dilakukan tanggal 31 januari 2017.
  6. Pengumuman pemenang tanggal 28 februari 2017 melalui website www.shopanddrive.com
  7. Tidak berlaku untuk member customer fleet user.
  8. Tidak berlaku untuk karyawan Shop&Drive dan keluarga inti.
  9. Pajak hadiah ditanggung Shop&Drive.

Hadiah-hadiahnya menarik :

  1. 1 unit mobil Daihatsu Ayla X Elegant AT MI
  2. 5 unit motor Honda Beat ESP CBS ISS
  3. 7 unit iPhone 6 64 GB
  4. 15 voucher belanja Shop&Drive senilai @1.000.000
  5. 150 voucher belanja Shop&Drive senilai @500.000

Periode program ini :
1 Agustus - 31 Desember 2016

Jadi jangan lupa, segera ganti oli mobilmu sekarang, buat yang baru saja ganti oli kemarin dan ketinggal promo ini, tidak perlu berkecil hati, cukup ganti oli sekali lagi dan biayanya ditanggung sendiri (tidak usah dipikir).

Monday, October 17, 2016

Jogja Istimewa, Kulinernya Juara!

dari freepik
Jogja istimewa, katanya slogan dari kota yang juga dijuluki dengan Kota Gudeg dan Kota Pelajar. Keelokan budaya dan indahnya wisata di sana menjadi daya tarik yang menyita perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Sampai detik ini pun, Jogja tak pernah sepi dikunjungi, kata mereka hiruk pikuk kota itu membuat rindu buat siapa saja yang pernah berkunjung.

Dibalik keelokan budaya dan keindahan tempat wisatanya, Yogyakarta memiliki kuliner yang khas dan lezat. Hal ini membuat minat untuk berkunjung ke Yogyakarta meningkat. Tiket Airasia Jakarta - Jogja menjadi salah satu rute perjalanan yang sering dicari oleh wisatawan.

Setibanya di Jogja, mencicipi kuliner khas Yogyakarta adalah agenda yang tidak boleh ketinggalan. Amat sayang jika berkunjung ke kota ini namun tak mencicipi lezatnya kuliner khas Yogyakarta. Apa saja wisata kuliner yang patut kamu coba di Yogyakarta? Baca ulasan singkat berikut ini!

1. Angkringan Lik Man
Berkunjung ke kota ini tentu bakal banyak menumui Angkringan. Angkringan merupakan sebuah tempat makan yang murah meriah dan sudah menjadi budaya di kalangan masyarakat Yogyakarta, terutama anak muda. Salah satu Angkringan yang populer di Yogyakarta adalah Angkringan Lik Man. Lokasi Angkringan ini cukup strategis karena berada di kawasan Stasiun Tugu, landmark yang juga iconic di Yogyakarta.

Salah satu keistimewaan dari Angkringan Lik Man adalah karena angkringan ini merupakan angkringan yang berdiri sejak tahun 1969 di Yogyakarta. Nilai historis yang kuat tentu membuat kesan tersendiri saat makan di Angkringan ini. Menu masakan yang tersedia antara lain sego kucing, sate telur puyuh, dan aneka gorengan. Kurang lebih sama dengan menu angkringan pada umumnya, nilah historisnya lah yang membuat beda. Namun ada sebuah minuman yang khas dari Angkringan Lik Man yaitu kopi joss.

Minuman kopi joss menjadi salah satu menu andalan di Angkringan Lik Man. Yang membuat khas dari kopi ini adalah cara penyajian. Kopi dicampur dengan arang yang masih panas yang ketika dimasukkan ke gelas mengeluarkan bunyi "jossssss". Arang yang dimasukkan ke dalam kopi dipercaya dapat menetralisir kafein sehingga kopi inij aman untuk lambung dan pencernaan. Untuk mencicipi makanan di angkringan ini, cukup dengan sepuluh ribu sampai lima belas ribu rupiah.

Angkringan Lik Man buka mulai jam 6 sore dan tutup biasanya sampai tengah malam sampai menunya habis.
wisata-jogja.net
2. Sate Klathak Pak Pong
Kuliner khas Yogyakarta lainnya yang wajib kamu cicipi adalah Sate Klathak. Sate klathak memiliki ke khas-an karena hanya menggunakan bumbu sederhana seperti garam, kecap dan merica. Namun, hal ini lah yang membuat cita rasa dari sate klathak begitu khas. Di Jalan Imogiri Bantul terdapat sebuah warung yang menjual sate klathak yang recommended buat kamu cicpi. Sate Klathak Pak Pong namanya.

Saat berkunjung ke daerah Bantul, Yogyakarta, jangan lupa untuk mampir ke Warung Sate Klathak Pak Pong. Salah satu keunikan dari sate klathak yang disajikan di warung ini adalah tusuk satenya. Jika pada umumnya tusuk sate menggunakan kayu atau bambu, disini tusuk satenya terbuat dari jeruji besi. Hal ini membuat daging matang merata sampai ketengah daging, yang pasti rasanya khas.

Sumber : wisatahandal.com
3. Gudeg Pawon
Berkunjung ke Kota Gudeg tak lengkap juga jika tidak mencicipi gudeg. Di kawasan Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta, ada Warung Gudeg Pawon yang menyajikan menu utama yaitu Gudeg khas Yogyakarta. Karena kelezatannya, jangan heran ketika baru buka saja warung ini sudah ramai pengunjung.

Salah satu keistimewaan dari warung Gudeg Pawon adalah karena telah berdiri sejak 1958. Adapun penamaan pawon dalam bahasa Jawa artinya dapur, karena warung gudeg ini langsung melayani pelanggannya dari dapur. Tempatnya cukup sederhana, namun kelezatannya sudah diakui dan tak diragukan lagi.
Sumber : panduanwisatajogja.com
Itulah 3 tempat wisata kuliner dengan rasa yang juara dan wajib untuk kamu cicipi. Tetap sehat, tetap semangat agar bisa terus jalan-jalan dan makan-makan.

Monday, October 3, 2016

Hujan Turun Setiap Hari, Terus?

main hujan-hujanan
ambil dari freepik
Sudah seminggu ini hujan terus turun hampir setiap hari, bahkan sehari 3 kali, pagi siang dan malam, persis ketika waktu makan tiba. Alhasil rencana makan di luar harus tertunda, menunggu hari yang cerah untuk jiwa yang sepi, lanjuuut.

Eh, saya sapa dulu pembaca di rumah yang masih saja nyempetin baca dan kasih komen di blog yang jarang update ini. Hai semua, cukup.

Apa kabar dengan musim hujan?

Motor terlihat seperti nggak pernah dirawat, kotor meski habis dicuci, mau bagaimana lagi, jalanan becek. Rencana mau ganti ban dalam yang sudah penuh dengan tambalan disana-sini - bekas tambalan yang bocor dan perlu ditambal lagi, belum kesampaian sampai sekarang, padahal harus saya pakai buat kerja pulang pergi 90 kilometer jauhnya.

Kalau sudah musim penghujan seperti saat ini (ini sudah musim penghujan belum ya?), hampir semua rencana yang disusun rapi jadi berantakan. Bisa sih kalau mau pakai jas hujan, tapi jadi makin ribet. Atau bisa juga pesan makanan dan diantar ke rumah, tapi kesannya sama aja seperti bikin mie instan, sama aja makan di rumah.

Mau jalan-jalan pun begitu, karena di rumah cuma ada motor, mau jalan-jalan juga jadi ragu. Ada anak kecil, gimana kalau waktu pulang hujan turun deras, kasian kan. Kalau mampir berteduh, bisa-bisa sampai rumah kemalaman. Akhirnya duduk manis saja di rumah, menonton film atau sekedar tiduran sambil mengamati si kecil asyik dengan mainannya yang tidak peduli kalau ada yang kurang piknik, haha.

Yah, begitulah, rencana-rencana susah untuk mengeksekusinya, banyak yang ditunda, banyak yang dibatalkan. Tapi hujan tetaplah berkah, yang punya maksud disetiap tetesnya, yang membuat tidur semakin nyenyak, membuat mandi pagi semakin segar, membuat siang terasa teduh.

Tik tik tiiik,
bunyi hujan diatas genteng,
airnya turuuun tidak terkira...

Ibrahim bernyanyi sementara saya dan bundanya tertidur semakin lelap, semakin dalam.

Tuesday, August 9, 2016

Sebelum Penuh Dengan Sarang Laba-Laba

dari freepik
Hampir dua bulan tidak menulis dan menyapa blogger yang lain, nggak kerasa sama sekali. Untung saja blog tidak dibuat dalam sebuah bangunan, kalau iya bisa-bisa blog ini sudah penuh dengan sarang laba-laba. Untung laba-laba, kalau sarang setan bisa gawat. Tapi sedih juga, dua bulan dan kolom komentar terlihat sepi, biasanya kan banyak tukang obat jualan, minimal mbak-mbak sales judi bola lah, hehe.

Sudah hampir satu bulan saya bekerja di tempat kerja baru. Dulu sempat mau menulis tentang resign-nya saya dari pekerjaan yang lama sampai kepindahan kerja saya, tapi karena proses pindah kerja kemarin ternyata menyita banyak energi dan pikiran, urung saya lanjutkan tulisan di draft dan mempostingnya, lain kali kalau ada waktu mungkin mungkin akan saya share ke kamu, penggemar setia saya, iya kamu, eh.

Sekarang saya kerja jauh lebih dekat dengan rumah meskipun masih sama-sama di luar kota. Lokasinya kerja baru saya di Wringinanom, waktu tempuhnya cuma satu jam lebih sedikit . Tapi kalau dari peta sepertinya tidak berbeda jauh, mungkin karena ke arah Surabaya itu macetnya sangat parah, terutama di daerah Sepanjang, Krian, jadi terasa lebih jauh.

Kerja di tempat yang baru memang perlu penyesuaian, seperti bunglon yang harus merubah warna kulitnya di tempat yang dipijaknya. Teman-teman disini welcome, atasan-atasannya juga masih banyak yang muda-muda, perusahaan juga belum terlalu lama berdiri. Tapi yang agak susah adaptasi itu sama kerjaannya. Meskipun sama-sama programer, tapi yang di kerjakan berbeda, disini saya ngerjain ERP Perusahaan, plus jadi staff IT.

Oke, tulisan pendek ini mungkin bisa jadi tulisan pembuka (lagi), keseringan hiatus dah, eh. Salam.